Mengenal Lebih Dalam Tentang Bitcoin, Ethereum dan Altcoin - Panduanajib

Mengenal Lebih Dalam Tentang Bitcoin, Ethereum dan Altcoin

Cryptocurrency saat ini sudah mulai dikenal oleh banyak kalangan masyarakat yang sudah mulai sadar dengan Investasi. Baik pemula yang sama sekali belum pernah melakukan Investasi sama sekali pun saya rasa sudah mulai banyak yang mengenal tentang cryptocurrency terutama Bitcoin.

Memang tidak sedikit yang berhasil sukses dari cryptocurrency namun, tidak sedikit pula yang justru harus gulung tikar karenanya. Hal-hal tersebut tentu terjadi karena kurangnya pengetahuan.

Investasi di cryptocurrency bukanlah hal yang mudah. Sebab kita dituntut untuk bisa membaca grafik kebelakang dan memprediksikan grafik kedepannya ini kira-kira akan terus turun tau sebaliknya. Jika asal tebakpun saya yakin Anda hanya akan buang-buang uang saja.

Disini saya tidak bermaksud untuk menyiutkan tekat Anda dalam berinvestasi cryptocurrency. Saya hanya mengingatkan Anda untuk harus tetap berhati-hati dengan segala resiko yang ada. Sebab segala bentuk Trading atau Perdagangan pasti akan ada untung dan rugi. Namun ketika kita mempunyai ilmu dan penghetahuan tentu akan memperkecil kemungkinan untuk rugi.

Namun dalam artikel ini saya tidak akan memberikan tips dan trik trading cryptocurrency. Sebab jujur saja saya pun tidak ahli dalam hal tersebut.

Dalam artikel ini saya hanya ingin mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam tentang Bitcoin, Ethereum dan Altcoin.

Tentang Bitcoin, Ethereum dan Altcoin

Bitcoin (BTC)

Bitcoin adalah cryptocurrency pertama dan pelopor inovasi dari segala macam aset kripto yang hadir setelahnya. Berikut adalah fitur-fitur inti yang dimiliki Bitcoin.

  • Persediaan terbatas, hanya 21 juta keping. Tidak seperti uang fiat, misalnya Dolar AS yang bisa dicetak oleh bank sentral AS The Fed, persediaan Bitcoin terbilang tetap berkat algoritma yang dimilikinya. Imbalan bagi penambang Bitcoin (block rewards) pun ikut merosot setengah setelah mereka selesai menambang 210.000 blok transaksi, yang biasanya terjadi setiap empat tahun sekali, dalam fenomena yang disebut sebagai halvening. Sejauh ini, sudah terdapat empat kali halvening sejak Bitcoin diluncurkan 2009 silam.
  • Aman. Sejauh ini, tidak ada seorang pun yang mampu meretas jaringan blockchain Bitcoin. Untuk bisa meretasnya, sang peretas perlu mengumpulkan 51% dari seluruh kekuatan hash di jaringan blockchain atau dikenal dengan nama serangan Sybil (Sybil Attack). Jika peretas sukses melakukan serangan tersebut, maka mereka bisa memvalidasi transaksi ilegal mereka di teknologi blockchain.
    Namun, kini risiko serangan tersebut hampir tidak mungkin terjadi mengingat keping-keping Bitcoin telah terdistribusi secara luas. Hal ini merupakan contoh dari efek jaringan (network effect), di mana kualitas sebuah produk akan semakin baik seiring banyaknya orang mengadopsi produk tersebut.
  • Punya likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar di antara seluruh cryptocurrency. Sebagai aset kripto pertama dan populer, tak heran jika Bitcoin punya kapitalisasi pasar terbesar di jagat kripto. Kapitalisasi pasar Bitcoin sempat menyentuh di atas US$1 triliun dan selalu mengambil porsi 30% dari seluruh kapitalisasi pasar cryptocurrency. Biasanya, kondisi tersebut menandakan bahwa Bitcoin adalah koin yang sering berpindah tangan (likuid) dan memiliki fluktuasi harga lebih rendah dibanding aset kripto lainnya.
    Karena karakteristik tersebut, Bitcoin bisa diturunkan ke dalam produk derivatif misalnya kontrak opsi, kontrak berjangka, dan produk lainnya. Bitcoin juga bisa disebut sebagai aset yang gampang dipertukarkan (reserve asset) di golongan aset kripto. Contohnya, investor hanya perlu menempatkan uang di Bitcoin hanya untuk mendapatkan eksposur dari keseluruhan pasar aset kripto.

Namun, Bitcoin juga punya beberapa kelemahan, di antaranya:

  • Skalabilitas transaksi rendah. Teknologi blockchain Bitcoin hanya bisa memproses 4,6 transaksi per detik, sementara perusahaan pembayaran VISA bisa memproses lebih dari 1.700 transaksi di rentang waktu yang sama. Kondisi tersebut membuat Bitcoin sulit dijadikan sebagai medium pembayaran.
  • Tidak dilengkapi fitur smart contract. Sebagai pelopor cryptocurrency, teknologi blockchain Bitcoin hanya mampu digunakan untuk transfer nilai. Sehingga, ia tidak punya fungsi lain yang dibutuhkan pengguna agar bisa mengeksekusi smart contract.
  • Boros energi. Di dalam operasinya, blockchain Bitcoin menggunakan algoritma konsensus yang disebut Proof-of-Work, di mana masing-masing penambang saling berkompetisi untuk memecahkan teka-teki kriptografi atau soal matematika demi memvalidasi transaksi dan mendapatkan imbalan berupa kepingan Bitcoin. Sayangnya, kegiatan itu membutuhkan energi listrik yang besar, bahkan jumlahnya setara dengan kebutuhan listrik Finlandia setiap tahunnya.

Ethereum

Bitcoin boleh saja didapuk sebagai pionir cryptocurrency dan menyandang status sebagai koin terpopuler. Namun, tetap saja teknologinya masih memiliki beberapa kekurangan. Untuk menutup kekurangan tersebut, Vitalik Buterin menciptakan teknologi Ethereum pada 2013 silam.

Dikutip dari whitepaper-nya, Ethereum bertujuan untuk membangun sebuah “Kontrak Pintar bagi Generasi Mendatang dan Menjadi Platform Aplikasi Desentralisasi“.

Beberapa manfaat Ethereum antara lain:

  • Menekankan posisi sebagai platform. Ketika Bitcoin bertujuan menjadi mata uang yang bisa digunakan sebagai medium pembayaran, Ethereum memilih untuk menjadi platform yang dapat mengatur smart contract, sebuah fitur yang mampu meningkatkan kegunaan teknologi blockchain. Sebagai analoginya, Sobat Cuan bisa membayangkan bahwa Ethereum adalah platform blockchain yang berfungsi layaknya App Store atau Android App Store, sementara Bitcoin memiliki karakteristik layaknya komoditas seperti emas atau aset penyimpan nilai lainnya. Untuk penjelasan lebih mudahnya lagi, Sobat Cuan juga bisa menyimak contoh berikut. Anggap saja kamu ingin menciptakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk bertaruh mengenai hasil pertandingan olahraga, misalnya final liga basket NBA. Kamu tidak bisa membuat aplikasi itu di atas jaringan Bitcoin. Namun, dengan menggunakan Ethereum, kamu bisa menciptakan aplikasi berbasis smart contract, di mana penggunanya bisa bertaruh sebelum pertandingan itu dimulai. Ketika pertandingan itu selesai, smart contract kemudian akan memanfaatkan teknologi bernama oracle, seperti Chainlink (LINK), untuk memindai situs yang menamplikan hasil pertandingan final NBA, misalnya ESPN.com, dalam mencari pemenang liga tersebut. Setelah hasil pertandingan tersebut diverifikasi, teknologi smart contract kemudian akan memberikan hadiah kepada pengguna yang telah menebak pemenang final liga NBA dengan jitu.Karena karakteristik tersebut, Ethereum bisa menciptakan ekosistem aplikasi, di mana masing-masing aplikasi tersebut punya cryptocurrency-nya tersendiri dan seluruhnya berjalan di atas teknologi Ethereum.
  • Menekankan pada kecepatan transaksi. Teknologi blockchain Bitcoin menekankan pada keamanan ketimbang kecepatan transaksi. Ethereum mampu memproses banyak transaksi kurang dari 20 detik (dengan asumsi tanpa ada hambatan), sementara Bitcoin membutuhkan 10 menit untuk melakukan hal serupa.
  • Persediaan koin tidak terbatas. Jumlah Bitcoin di dunia ini terbatas hanya 21 juta keping saja. Di sisi lain, jumlah pasokan Ethereum tidak dibatasi sama sekali. Meski demikian, laju produksi keping-keping ETH baru terus menurun antar periode.

Karena kegunaan dan manfaatnya, pengguna jaringan Ethereum dan jaringan ERC-20 telah meningkat drastis antar tahun. Bahkan, di 2021, jumlah penggunanya telah melebihi rekor yang dicetak sebelumnya pada 2018.

Namun kini, Ethereum tengah mengalami masalah yang disebut dengan kemacetan jaringan (network congestion) dan ongkos transaksi yang kian mahal. Karena biaya penggunaan jaringan Ethereum (yang dikenal dengan gas fees) dibayar menggunakan ETH, maka kenaikan harga koin itu secara otomatis juga akan mengerek biaya transaksi di jaringan tersebut. Seluruh masalah tersebut akan terselesaikan jika nanti organisasi Ethereum telah memperbarui jaringan menjadi Ethereum 2.0.

Altcoins

Perilisan Ethereum telah menginspirasi komunitas kripto untuk merilis koin dan token lainnya. Seluruh aset digital ini kemudian dianggap sebagai alternatif dari cryptocurrency pertama, yakni Bitcoin, sehingga mereka kemudian dinamakan sebagai altcoins. Karena altcoins adalah koin selain Bitcoin, maka Ethereum pun secara otomatis juga masuk ke dalam golongan altcoins.

Altcoin hadir dalam berbagai bentuk dan menyediakan banyak fungsi. Beberapa koin memiliki ambisi besar seperti Ethereum, sementara koin lainnya memiliki fungsi khusus. Bahkan, beberapa koin malah memanfaatkan infrastruktur yang disediakan oleh koin lainnya. Sebagai contoh, platform tukar-menukar cryptocurrency terdesentralisasi seperti Uniswap memanfaatkan blockchain ERC-20 milik Ethereum dan bertindak selayaknya aplikasi di atas jaringan Ethereum. Kondisi ini mirip seperti sebuah aplikasi Android yang berada di atas Google Playstore.

Meski tidak ada cara yang baku untuk mengkategorikannya, jenis-jenis altcoin bisa dikelompokkan sesuai fungsi dan ekosistemnya. Sobat Cuan bisa menuju tautan berikut untuk mengenal lebih jauh 29 Altcoins yang ada di aplikasi Pluang.

10 Cryptocurrency Yang Layak Koleksi Untuk Investasi 2021-2022

#1 Bitcoin (BTC)

Aset crypto bitcoin mungkin sudah terdengar familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Tidak heran, karena bitcoin merupakan aset crypto yang paling bayak diperdagangkan saat ini. Bahkan, bitcoin dijuluki sebagai the king of cryptocurrency, lho.

Permintaan untuk bitcoin ini sangat tinggi, namun jumlahnya terbatas. Saat ini jumlah bitcoin yang beredar hanya 21 juta saja. Dengan permintaan yang tinggi tersebut, maka aset kripto ini terus menerus mengalami kenaikan harga.

Walaupun bitcoin sempat mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2018, tapi koin ini masih menjadi salah satu crypto yang layak untuk dikoleksi untuk investasi tahun 2021.

Mengapa demikian? Karena harganya sudah “murah” dan memiliki kemungkinan naik di masa depan

#2 Ethereum (ETH)

Ethereum berada pada posisi kedua setelah bitcoin dalam hal likuiditas. Jadi, aset crypto ini banyak diperdagangkan sehingga pencairan dananya sangat mudah.

Pada tahun 2018, ethereum juga turun signifikan. Namun, akan menjadi koin peringkat ke dua menurut CoinMarketCap pada tahun 2020.

#3 Litecoin (LTC)

Seperti dua aset crypto sebelumnya, crypto ini juga memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan tingkat likuiditas yang tinggi. Oleh karena itu, Litecoin menjadi salah satu koin crypto yang terbaik. 

Jumlah Litecoin yang beredar di pasaran adalah 84 juta. Salah satu kelebihan dari aset crypto ini adalah proses penambangan yang sangat singkat yakni hanya sekitar 2 menit.

Dengan kecepatan proses penambangan yang di atas rata-rata dari aset kripto lain maka litecoin masih menjadi koin yang diandalkan oleh banyak trader dan investor.

#4 NEM

Untuk mendapatkan aset crypto NEM, Anda harus memanen atau harvest terlebih dahulu sedangkan aset crypto lain harus ditambang. Hal itulah yang membuat NEM sedikit berbeda dengan aset crypto lainnya.

Namun, menariknya proses transaksi yang dibutuhkan untuk koin ini merupakan yang tercepat, lho. Anda hanya perlu 6 detik saja untuk membuat transaksi baru serta hanya 20 detik sampai transaksi tersebut berhasil dikonfirmasi.

Untuk keunggulan lainnya, NEM membuat lebih hemat karena membutuhkan tenaga 100 kali lebih sedikit untuk memanen.

#5 Basic Attention Token (BAT)

Basic Attention Token dirilis dan dikembangkan oleh perusahaan Brave Browser. Penggunaan token ini disamakan dengan penggunaan tip atau bonus untuk content creator, dan sebagainya.

Untuk besarnya tip atau token yang bisa Anda berikan untuk content creator tergantung dari seberapa banyak informasi yang mereka berikan untuk Anda.

Semakin banyak informasi yang mereka berikan, maka semakin banyak juga token yang akan diberikan.

#6 Binance Coin (BNB)

Binance Coin dikembangkan oleh perusahaan yang dikenal sangat mapan dan kokoh dalam sejarah bisnis, termasuk dalam hal uang digital.

Dengan perusahaan pengembang yang berpengalaman maka tidak heran jika binance coin masuk dalam kategori aset crypto yang layak diinvestasikan pada tahun 2021. Selain itu, coin ini juga layak Anda jadikan alternatif diversifikasi portofolio.

#7 VidyCoin

Vidycoin merupakan aset crypto utama yang digunakan pada platform Vidy. Anda bisa mendapatkan koin ini hanya dengan menonton sebuah iklan.

Koin ini juga dinilai sangat potensial dan menjanjikan untuk memiliki kinerja yang baik dan menguntungkan. Oleh karena itu, aset kripto ini mungkin dapat dikatakan sebagai salah satu yang terbaik.

Alasan utamanya adalah karena koin ini berbeda dengan yang lain dimana koin ini memiliki sebuah teknologi unik dan mutakhir dalam bagian dari ekosistem Vidy.

Salah satunya adalah teknologi The Video Layers for Ads yang menjadi salah satu inovasi di dunia industri iklan digital.

#8 NEO

Aset crypto NEO ini dinilai memiliki kesamaan dengan ethereum. Banyak pengamat yang berspekulasi bahwa NEO akan mengalami perkembangan nilai seiring dengan berjalannya waktu.

Untuk saat ini, NEO banyak digunakan sebagai landasan atau pondasi untuk membangun aset finansial digital, smart contract, serta aplikasi blockchain.

#9 EOS

Di antara semua jenis mata uang digital lainnya, EOS merupakan salah satu aset kripto yang memiliki komunitas paling besar.

EOS ini mempermudah pengembang untuk membuat database dan manajemen akun tanpa harus memiliki latar belakang ilmu pemrograman.

Oleh karena itu, sejak dirilis EOS telah menarik banyak perhatian pengembang serta memperoleh modal untuk terus mengembangkan potensinya.

#10 Tron (TRX)

Tron merupakan salah satu aset kripto yang baru. Namun, aset kripto ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Walaupun saat ini baru memiliki sekitar 300.000 akun saja tapi aset kripto ini dipercaya akan terus mengalami perkembangan nilai.

Tron sebagai alat bayar akses premium ini akan semakin banyak digunakan di masa yang akan datang. Mengapa demikian? Karena saat ini sudah banyak orang yang rela membayar untuk mendapatkan akses konten-konten yang premium.

Halo gan nama saya Ricky. Saya adalah seorang pemuda kampung yang sangat minat mengikuti perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, centang Notify me untuk mendapatkan notifikasi via email ketika komentar kamu di balas.
Masukkan URL Gambar atau Potongan Kode, atau Quote, lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke Pesan Komentar.


image quote pre code
© Panduanajib. All rights reserved. Premium By Raushan Design