Skip to main content

Mengapa Wibu Sering di olok-olok?

Apakah Anda adalah seseorang yang begitu tertarik dengan film Anime? Bukan menjadi rahasia lagi bahwa pecinta Anime ini sering kali mendapat panggilan sebagai seorang wibu.

Kemudian pernahkah Anda berpikir mengapa si wibu ini sering kali mendapat ejekan atau mendapatkan olok-olok dari banyak orang?

Dan saya juga sempat berpikir seperti ini. Banyak orang diluar sana mengeluarkan kata-kata yang menyudutkan seorang wibu ini. Namun mereka sendiri sebenarnya tidak mengerti dan paham mengapa mereka melakukan itu.

Dalam artian, mereka sendiri tidak tau mengapa mereka mengolok-olok seorang wibu ini tadi. Ya hanya ikut-ikutan trend saja.

Dan ketika saya berjalan-jalan di Internet, saya menemukan seseorang yang bertanya tentang hal ini. Dan akhirnya saya juga mendapatkan jawaban yang menurut saya sangat baik dan pantas untuk dibagikan. Seperti ini jawabannya.

Dasar Wibu

Mengapa wibu selalu diperolok-olok?


Mengutip jawaban dari : id.quora.com

Because their fetishism on Asian cultures (especially Japanese) are borderline creepy.

Saya coba mencari padanan katanya dalam bahasa Indonesia tapi kok tidak 'kena' poin yang ingin saya sampaikan, jadinya pakai bahasa Inggris saja ya.

Selama tinggal di Tokyo lima tahun ini, saya sering sekali mengamati fenomena wibu ini, terutama sering saya amati orang-orang caucasian dari negara Western Hemisphere yang amat sangat cinta mati dengan budaya Jepang; baru-baru ini saya juga sadar bahwa banyak sekali anak-anak muda terutama laki-laki dari Asia Tenggara juga terjangkit wabah wibu ini.

Saya tidak menyalahkan kalau seseorang itu sangat mencintai budaya Asia (terutama Jepang, dalam kasus Wibu ini). Saya sendiri memiliki ketertarikan dengan beberapa aspek khusus budaya tempat saya tinggal ini seperti kompleksnya pakaian Kimono dan Yukata, Bushido, dan budaya 'Gaman' (yang kurang lebih dapat diartikan pantang menyerah atas susahnya keadaan/ kehidupan). Tapi saya kok sangat risih apabila ada mas-mas sudah umur 35 bahkan 40 yang masih seneng melirik perempuan pakai baju SMA atau bahkan mempunyai ketertarikan kepada karakter anime/ manga? Bukankah itu dapat dikategorikan sebagai penyimpangan?

Saya menjawab pertanyaan ini dari segi analisa saya pribadi. Yang saya ketahui, kebanyakan perempuan Jepang yang sedang single itu mereka frustrasi loh karena mereka tidak bisa dapet cowok 'normal.' Serius. Mereka pastinya tidak mau punya pacar yang menganggap mereka sebagai pelampiasan fetish semata, jadi kebanyakan perempuan Jepang ini ya terpaksa single karena cowok yang mereka kenal dan suka sama mereka itu Wibu. Kebanyakan teman-teman perempuan saya disini apabila dekat dengan cowok, yang ditanya pasti satu: hobby kamu apa? Kalau si cowok hobby menghabiskan puluhan ribu bahkan ratusan ribu yen untuk Komik, karakter anime, atau bahkan hanya untuk salaman dengan idol favorit mereka, ya sudah selesai.

Pengalaman pribadi saya, kebanyakan kenalan saya orang Indonesia, baik itu cewek ataupun (terutama) cowok, yang ngebet kepingin punya pacar orang Jepang selama kuliah di Tokyo, pasti hampir 100% ga kesampaian. Kenapa? Ya cewek/ cowok Jepagnya udah keburu risih sama perilaku PDKT yang norak dan aneh.

Kebalikannya, teman baik saya orang Jerman yang orangnya acuh dan terkesan tidak-pedulian, dia pernah pacaran sama model di Tokyo (cewek Jepang). Dia waktu bawa cewek nya ketemuan dengan saya, saya sempet bengong beberapa detik gara-gara tuh cewek cakep nya bukan main haha. Kenapa teman saya yang orang Jerman bisa pacaran sama model di Jepang? Karena dia tidak menganggap orang Jepang atau budaya Jepang itu lebih superior dari dia. Dia tidak memuja budaya atau segala hal yang ke-Jepang Jepang-an secara berlebihan; bagi dia oh cewek ini kayaknya baik nih. Udah itu aja poin yang bikin mereka saling tertarik.

Tiga tahun lalu, saya pernah kerja untuk satu video produksi Fuji Television di Tokyo. Bintang tamunya Haruka Nakagawa. Saya waktu ditawari kerja bareng si Haruka ya saya hanya menjawab, 'oh oke.. tapi bahasa Jepang gw ga bagus-bagus amat gapapa?' dan kata temen saya yang juga sekaligus promotor nya, 'oh santai it's okay.'

Setelah acara selesai semua, saya tanya ke temen saya yang menawarkan pekerjaan itu ke saya, "eh cuy, kenapa lo ga nawarin kerjaan ini ke mahasiswa Indonesia yang lain? Kan biasanya banyak tuh Wibu yang seneng banget sama Haruka?" Tau dia jawabnya apa? "Wah justru itu, cuy, kita malah ga mau nge-hire wibu soalnya takut ntar si Haruka nya kenapa-kenapa."

Coba bayangin sampai seperti itu.

Disisi lain, saya merasa kasihan karena kebanyakan Wibu itu sebenarnya orang-orang yang sangat pintar dan cerdas dari sisi akademik. Tetapi mungkin mereka hidup dalam 'dunia' mereka sendiri sehingga mereka tidak sadar bahwa diluar sana itu banyak hal-hal yang nyata.

Lalu dari sini saya ingin bertanya juga kepada para pembaca sekalian. Menurut Anda mengapa si, wibu selalu di olol-olok? Jika ada pendapat lain, silahkan berikan jawaban di kolom komentar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->