Skip to main content

Efek Ngecas Baterai dengan Adapter yang Bukan Bawaan

Sedikit cerita tentang alur dibuatnya artikel tentang Efek Ngecas Baterai dengan Adapter yang Bukan Bawaan ini. Jadi saya sedang berjalan-jalan di quora dan menemukan sebuah pertanyaan seperti ini, Apa efek kalau kita men-charge baterai dengan adapter yang berbeda?


Nah dengan pengetahuan saya selama jadi teknisi HP yang nggak jago-jago amat ini saya akan coba jawab pertanyaan tersebut sesuai dengan apa yang saya ketahui.

Jadi ada beberapa kemungkinan yang akan berdampak pada suatu perangkat yang di cas dengan charger yang bukan bawaan dari ponsel itu sendiri. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

Efek men-charge Baterai dengan Adapter yang Bukan Bawaan

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sudah saya sediakan beberapa jawaban yang menurut saya ini paling masuk akal.

1. Baterai Akan Cepat Rusak
Men-charger baterai menggunakan adapter yang bukan bawaan pastinya akan membuat baterai Anda cepat rusak. Sebab arus listrik yang seharusnya baterai tersebut terima dengan benar melalui charger bawaan tidak didapatkan dengan tepat. Kecuali jika HP Anda mendukung fastcharging dan ternyata charger bawaan Anda belum mendukung hal tersebut, kemudian Anda membeli adapter yang sudah support fastcharging, itu tidak masalah. Namun ingat, beli yang benar-benar fastcharging, bukan yang palsu! Jika tidak yakin saya sarankan tetap menggunakan charger bawaan saja.

2. Ponsel Bisa Rusak Seketika
Resiko terberat menggunakan charge non ori adalah kerusakan pada handphone. Kenapa bisa rusak?,,, Mutu pembuatan barang non ori pada umumnya jauh lebih rendah, baik desain dan mutu komponen. Hal ini bisa saja charger rusak pada saat digunakan untuk mengisi ponsel. Kerusakan ini bisa menyebabkan arus tegangan tinggi langsung masuk ke ponsel Anda. Apa akibatnya?, ponsel tak bisa lagi digunakan pada saat itu juga.

3. Sensitivitas Layar Kacau
Saat Anda menggunakan adapter charger yang bukan bawaan smartphone, maka akan ada ketidaksesuaian arus listrik yang masuk. Jika arusnya tidak stabil, dampaknya bisa berakibat pada sensitivitas layar sentuh smartphone Anda. Apalagi jika Anda sering menggunakan smartphone sambil dicharger.

4. Port USB Rusak
Kebanyakan smartphone Android masih menggunakan port USB 2.0. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, karena jika kabel charger rusak, bisa menemukan banyak kabel lain yang sama. Tapi tetap harus hati-hati, panjang, dan lebar USB harus sama dengan yang asli. Karena jika lebih panjang atau lebih lebar, akan merusak port USB smartphone Anda.

5. Ngecas Smartphone Jadi Lama
Berhubungan dengan poin kedua, rusaknya port USB smartphone akan membuat proses isi ulang baterai semakin lama. Tapi walaupun port USB smartphone Anda tidak rusak, saat menggunakan charger palsu pasti isi ulang jadi lebih lama karena arus listrik yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang asli.

6. Baterai Semakin Boros
Selain pemakaian secara terus menerus dan berlebihan, baterai smartphone juga bisa aus jika sering dibiarkan ngecas dalam waktu yang lama. Karena aus, maka secara perlahan baterai pun semakin boros. Ingat, setiap jenis baterai memiliki life circle. Semakin lama dicas, semakin cepat life circle-nya habis.

7. Baterai Bisa Meledak
Baterai ponsel adalah type baterai jenis baru yang bisa di isi ulang hingga mencapai batas pengisian maksimal tertentu – ini biasanya hingga ribuan kali pengisian jika pengguna mematuhi anjuran produsen. Tapi tak jarang pengguna yang sembarangan dalam melakukan pengecasan, yang sering adalah baterai dicharge ketika kapasitasnya sudah dibawah 5% bahkan nol%. Namun tak jarang juga orang kelupaan sehingga pengecasan yang sejatinya hanya puluhan menit tapi dibiarkan hingga berjam-jam. Kalau baterai standard sih mungkin akan oke-oke saja karena umumnya ponsel sudah memiliki fitur auto-cut-off artinya pengecasan akan otomatis terputus ketika baterai sudah full.

Secara teori sih auto-cut-off akan membuat pengecasan menjadi aman-aman saja. Tapi pada prakteknya berbeda, karena baterai akan di isi terus menerus berulang-ulang jika ponsel dicash masih dalam keadaan hidup. Hal ini karena ketika ponsel hidup, biarpun tidak dipergunakan biasanya ponsel akan terus membutuhkan energi dari baterai apalagi banyak aplikasi yang berjalan dibelakang layar.

Dan ketika anda menggunakan casan/charger yang bukan peruntukannya yang voltasenya diatas dari seharusnya, maka baterai akan panas karena menghantar terus-menerus. Mungkin anda sering mendengar HP meledak ketika di isi ulang. Ya begini ini, ngecash terlalu lama dalam keadaan ponsel masih hidup + menggunakan charger yang bukan peruntukan – adalah salah satu penyebabnya.

Nah semoga jawaban-jawab diatas dapat membantu Anda yang saat ini sedang bertanya-tanya apa si si bahaya menggunakan charger yang bukan bawaan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->