Skip to main content

Cara Mudah Mengetahui Lawan Bicara Sedang Berbohong atau Tidak

Jujur adalah sesuatu yang baik namun terkadang sangat sulit untuk dilakukan. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk tidak jujur terhadap orang lain. Takut inilah, takut itulah dan bla bla bla. Yang akhirnya dengan terpaksa seseorang melakukan kebohongan kepada orang lainnya. Lalu bagaimana cara mengetahui seseorang sedang berbohong atau tidak? Untuk itu silahkan Anda simak dengan seksama artikel ini hingga akhir ya. Bacanya jangan locat-loncat biar nggak hagal paham.

Setidaknya ada satu hal yang perlu kuta ketahui, bahwa di dalam dunia komunikasi kita telah diajarkan banyak hal. Seperti bagaimana reaksi serta perasaan lawan bicara kita. Apakah mereka nyaman dengan kita atau justru mereka sama sekali tidak merasa nyaman saat berbicara dengan kita.


Memang jika kita langsung menilai gerak-gerik lawan bicara yang janggal bukanlah yang baik atau bisa dikatakan tidak sopan.

Namun, kita dapat mendeteksi apakah lawan bicara kita sedang berbohong atau tidak dengan dua hal berikut. Sebab tidak bisa dipungkuri jika memang seseorang sedang menyembunyikan sesuatu maka mereka akan merasa tidak nyaman dan ingin segera mengakhiri obrolan tersebut.

Lalu apa si kedua hal tersebut? Oke simak penjelasan berikut.

2 Cara Mengetahui Lawan Bicara Sedang Berbohong atau Tidak

Kita akan segera masuk ke inti dari pembahan kali ini. Silahkan baca dengan baik, teliti, jangan sampai terlewat hehe.

Pertama, ketika Anda sedang melakukan komunikasi secara langsung biasakan untuk menatap muka dan juga kontak mata dengan lawan bicara Anda. Jika lawan bicara kita memalingkan pandangan, dapat diartikan jika dirinya sedang tidak nyaman berada di obrolan tersebut. Namun kita tetap tidak boleh asal menilai.

Kedua, silahkan lihat ekspresi wajah dan juga gerak-gerik orang yang menjadi lawan bicara Anda.Bila lawan bicara kita sedang menyembunyikan sesuatu, ekpresinya menjadi gelisah. Karena ia merasa terintimidasi secara tidak langsung. Gerak-geriknya tidak wajar, melakukan gerakan yang membuatnya tidak nyaman, seperti: memegang telinga, menggosok hidung, memegang tengkuk leher, jika dalam posisi duduk ia cenderung tidak nyaman pada posisinya sehingga sering mengganti posisi duduknya.

Dengan memahami kedua hal diatas, kita bisa lebih peka terhadap lawan bicara kita. Siapa tau memang lawan bicara kita sedang tidak nyaman dengan obrolan tersebut. Ada baiknya Anda mengubah topik pembicaraan yang lebih santai.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar